Tampilkan postingan dengan label Kotoran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kotoran. Tampilkan semua postingan

Semua Anggota Tubuh Manusia Mengeluarkan Kotoran

Berbicara soal manusia tidak akan ada habisnya.manusia di ciptakan sangat komplek.mulai dari wajah, badan, kakiserta bagian tubuh lainnya.semua diciptakan dengan sempurna oleh yang maha kuasa.tentu saja sebagaimanusia kiranya tak pantas kalau bersombong diri di hadapan Illahi.

Namun tahukah? anda bahwa ternyata setiap lubang yang ada pada manusia itu semua mengeluarkan kotoran? tentu ini menjadi fakta yang mencengangkan bagi kaum kita. selama ini manusia selalu di puji karena penciptaan yang sempurna. tapi tidak dapat dipungkiri bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Fakta ini merupakan salah satu kajian dari kyai terkenal Anwar Zaid, dalam ceramahnya disebutkan bahwa ternyata anggota badan manusia semua mengeluarkan kotoran.artinya tidak manusia yang suci. kalau ada yang mangaku dirinya sudah bersih itu tidak benar. bahkan isi dari perut manusia juga berupa kotoran.

Tempat kotoran yang dimaksud adalah :

1. Mulut

Sebagai tempat untuk memasukkan bahan makanan kedalam tubuh ,mulut sangat berperan penting untuk merasakan. karena dalam mulut ada lidah yang mempunyai tugas untuk mengenali rasa. tapi apakah kita sadar bahwa ternyata mulut adalah indera kita yang mengeluarkan kotoran. wujud dari kotoran tersebut adalah iler (bahasa jawa) kotoran ini keluar biasanya ketika kita tidur. saat mulut terbuka akan otomatis keluar. namun tidak semua seperti itu.

Posisi tidur kita juga mempengaruhiny. kalau tidur tengkurap atau miring itu banyak kemungkinan kotoran itu akan keluar. namun bila kita tidur terlentang malsah ini bisa sedikit terselesaikan.

2. Hidung

Tak jauh dari alat memasukkan makanan atau minuman. sedikit keatas ada hidung. atau tempat bersarangnya komedo bagi sebagian orang. bagian tubuh yang mempunyai dua lubang ini juga kerap sekali mengeluarkan kotoran. terutama dissaat daya tubuh tidak fit. sedang terkena flue atau pilek. maka yang biasanya berwujud cairan akan menggumpal dan menjadi upil. begitulah nama yang sering terdengar.

Tapi kegiatan mencari kotoran yang ada pada hidung ternyata membuat orang sibuk dan asyik. sehingga terkadang ada tebak tebakan yang sangat menggelitik.

Sesuatu apa yang dicari cari setengah mati tapi setelah ketemu akan di buang ? tak lain dan tak bukan adalah upil.

Walaupun tidak terlalu mengganggu tapi ketika sedang kencan atau menghadiri acara yang resmi ini tentu saja dapat menurunkan penilaian orang terhadap kita.prasangka kalau kita orang jorok akan muncul. so, carilah tempat aman untuk mengupil.

3. Mata

Indera penglihatan yang menjadi kunci utama untuk melihat dunia juga tenryata tak berbeda dengan indera yang lain. dia juga mengeluarkan barang yang tak sedap di pandang mata. sesama mata saling pandang pandangan ini ceritanya. bukan air mata yang saya maksudkan disini. akan tetapi belek (bahasa jawa) kotoran yang timbul ketika bangun tidur ini juga rupanya menjadi tanda kebesaran Allah.

Tak ada kata lain selain kagum dan takjub atas penciptaan-Nya. setiap yang ada di muka bumi pasti diciptakan untuk tujuan sesuatu yang bermanfaat. begitu juga dengan kotoran yang ada di ujung pelupuk mata ini. pati ada manfaat khusus untuk yang satu ini.

4. Telinga

Media kita untuk menerima informasi berupa audio. terletak di samping kanan dan kiri kepala. di sana juga terdapat lekukan telingan yang sebenarnya adalah asma Allah. kotoran yang keluar dari telinga bernama kopok (bahasa jawa).

Yang itu juga merupakan kotoran. jika tidak sering di bersihkan akan mengganggu kinerja pendengaran kita.namun di era modern ini sudah tercipta alat untuk membersihkannya yaitu cottonbat.

5. Organ Vital

Pasti sudah tahu semua bukan keduanya. tidak perlu saya sebutkan satu persatu karena masing masing dari kita punya. walaupun antara wanita dan laki lagi tidak sama. tugas utama dari alat ini adalah membuang kotoran yang ada didalam tubuh kita. Output yang di keluarkan adalah air seni dan tinja. air seni. entah kenapa namanya seperti itu? air seni yang normal berwarna putih sedang jika ada masalah pada saluran pembuangan depan akan berwarna kuning atau agak orange.

Sedangkan untuk yang satunya lagi adalah alat untuk menguarkan tinja. Hasil dari proses pencernaan akan keluar lewat pintu belakang. tentu saja setiap hari kita juga mengalami latihan pernafasan untuk mengeluarkan kotoran ini.

Itulah alasann kenapa manusia disebut sebagai makhluk yang hina. pada dasarnya karena manusia juga tercipta dari setitik air hina yang di sebut sperma. dan kemudian terciptalah manusia yang bobotnya berpuluh bahkan beratus ratus kali lipat dari sel pertamanya.

Ketahui!!! 4 Kotoran di Dalam Tubuh Kita

Jika ingin mendapatkan kesehatan yang sesungguhnya, kita harus terlebih dahulu membersihkan “empat kotoran” atau “empat racun” di dalam tubuh kita secara tuntas.

1. Udara Kotor

Hawa kotor yang keluar dari mulut yang terasa bau atau gas tidak sedap yang keluar dari usus besar, itu adalah “udara kotor” atau “udara racun” yang tertimbun di dalam tubuh kita. Bila tidak dikeluarkan, akan mengganggu kesehatan kita.

Maka, di pagi hari setelah bangun tidur, minumlah air putih sebanyak 1-2 gelas @ 200 cc, kemudian berkumur 3x, lantas pergilah ke halaman atau ke tempat yang banyak pohon. Buanglah napas yang bau itu (Qi negatif), keluarkan lewat mulut sebanyak mungkin sampai hawa yang keluar dari mulut tidak terasa bau lagi . Kemudian teruskan dengan menarik napas panjang dan hirup udara yang bersih segar itu sepuas-puasnya. Sehingga udara yang sudah keluar diganti dengan udara baru yang bersih segar.

Membuang dan menarik napas pada pagi hari sebaiknya dilakukan dengan kedua telapak kaki telanjang menyentuh bumi dan menghadap timur, ke arah matahari yang sedang terbit sambil mata menatap matahari pagi yang masih berwarna merah (jam 6 pagi). Tidak dianjurkan menatap matahari yang bersinar kuning dan putih, karena sinar ultraviolet yang terlalu keras akan merusak saraf mata dan bisa mengakibatkan katarak.

Dari latihan pernapasan ini, dengan kedua telapak kaki menyentuh bumi, kita bisa mendapatkan Qi positif dari bumi sekaligus dari langit. Lebih bagus lagi kalau latihan ini dilakukan di daerah yang banyak pohon pinus (cemara)-nya, karena dalam proses fotosintesis daun pohon cemara mengeluarkan ion oksigen negatif, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Atau bisa juga di tepi laut atau di daerah yang ada air terjunnya, karena di sana pun terdapat banyak ion oksigen negatif.

Bila ditinjau dari hukum Yin-Yang. Bumi adalah unsur Yin, yang memberi energi dan kehidupan. Dari permukaan Bumi ada pohon-pohonan, sayur-mayur, buah-buahan, unggas, dan ternak lainnya; dan di dalam perut Bumi ada sumber air, minyak dan gas bumi, sumber mineral, dan lainnya, yang bisa memberi kehidupan bagi semua makhluk hidup di atas bumi ini. Maka, bumi disebut sebagai “Ibu” makhluk hidup.

Langit, termasuk matahari, adalah unsur Yang, dan disebut “Ayah” bagi makhluk hidup. Langit memberi jiwa kepada manusia — oksigen, sinar matahari, angin, hujan, dan lainnya. Tanpa sinar matahari, udara, angin, dan hujan, makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan tidak mungkin bisa hidup.

Di samping itu, bila kedua telapak kaki sering menyentuh Bumi, yang disebut “Ibu”, dan berdiri di alam terbuka di bawah sinar matahari, kita akan mendapatkan energi positif dari unsur Yin (bumi) – Yang (langit).

Bumi dan langit setiap waktu memberi “obat alami” kepada manusia untuk kelangsungan hidup. Lihat saja, setiap hari para petani bekerja di sawah, berada di udara terbuka dengan kaki telanjang, dan mereka mempunyai tubuh yang sehat kuat dan panjang usia. Jadi, manusia harus menyatu dengan langit dan bumi, atau dengan kata lain, manusia harus menyatu dengan alam.

Gas yang keluar dari usus besar adalah udara kotor dan gas bau yang memang harus dibuang. Buang gas adalah gejala yang baik dan perlu disyukuri, meskipun tidak sopan bila dilakukan di depan umum. Gas di dalam usus besar ini mengandung gas beracun, yang dihasilkan dari fermentasi bakteri di dalam usus besar. Jika gas itu tidak dikeluarkan akan menjadi racun di dalam tubuh.

2. Cairan Kotor

Air putih yang kita minum akan segera masuk ke lambung dan usus kecil. Kemudian molekul H20 yang ada dalam air tersebut diserap melalui usus besar ke dalam sirkulasi darah.

Cairan yang berlebihan di dalam darah akan dikeluarkan secara berangsur melalui organ ginjal. Cairan tersebut membawa kotoran, “waste produts” urea dan creatinine yang beracun, serta hasil uraian obat yang lakukan oleh organ hati, dan zat lainnya yang dihasilkan dari proses katabolisme.

Semua kotoran beracun tersebut lolos dari saringan ginjal yang sehat, lantas mengalir ke dalam kantong kemih, dan keluar menjadi air seni yang berbau pesing. Begitu juga keringat kotor dan bau itu, dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Keringat juga termasuk “kotoran cair” dari tubuh yang harus dikeluarkan.

Orang yang menderita diabetes, gula darahnya tinggi, frekuensi buang air kecilnya lebih sering. Gula (glukosa) yang berlebihan di dalam darah itu dikeluarkan melalui buang air seni (kencing manis). Maka, seringnya buang air kecil bagi penderita diabetes, sebenarnya adalah suatu mekanisme proteksi bagi mereka, agar kelebihan gula di dalam darah dikeluarkan melalui urinasi.

3. Kotoran dari Usus Besar

Untuk menjaga kesehatan tubuh, setiap pagi harus dibiasakan buang air besar secara rutin. Jika kotoran yang terdapat di dalam usus besar tidak dikeluarkan setiap hari, maka akan menjadi “racun”, dan ini tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Bagi orang yang mengalami konstipasi (sembelit), perutnya terasa kembung kencang, mulutnya mengeluarkan bau tidak sedap, kulitnya juga terlihat kusam. Orang mengatakan bahwa di mana ada yang bisa “masuk” (makan) dan bisa “keluar” (buang air besar), itu adalah “sehat”. Namun itu saja belum cukup jika kotoran di dalam pikiran belum dikeluarkan.

4. Kotoran dalam Pikiran

Tidak ada orang dengan pikiran negatif — seperti gampang marah, membenci orang, suka mengkritisi dan menilai orang lain, berprasangka buruk, dan suka berdebat — yang bisa memiliki pikiran dan tubuh yang sehat. Pikiran negatif adalah “kotoran dalam pikiran” yang paling ampuh merusak kesehatan. Maka, pikiran negatif yang kotor itu perlu dibersihkan segera dan setuntas mungkin.

Ada “3 racun”, yang bisa mendatangkan penderitaan dalam hidup ini, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kebodohan. Orang yang suka marah besar dan dendam kepada orang lain, hidupnya selalu tegang dan pikirannya tidak bisa tenang.

Yang dimaksud “kebodohan” di sini bukanlah tidak berpendidikan, melainkan masih saja mengejar objek yang salah. Jadi, meskipun secara akademis seseorang adalah intelek, bisa saja dia tetap melakukan “kebodohan”. Misalnya orang yang sudah berkecukupan, tapi belum merasa puas dan cukup, masih melekat pada nafsu keinginan, terus mengejar harta kekayaan, bahkan sampai menempuh cara yang tidak halal. Karena keserakahan, akhirnya dia terjerat hukum dan harus mendekam di penjara. Dia merasa malu dan menyesal di kemudian hari. Istri dan anak-anaknya juga harus ikut menanggung malu seumur hidupnya. Itulah yang dimaksud dengan “manusia bisa melakukan kebodohan”.

“Untuk merawat jasmani dan rohani, sebelumnya harus memupuk kebajikan terlebih dahulu.”

“Jernihkan dan tenangkan pikiran, dengan sedikit keinginan.”

Jika ingin memiliki batin yang bersih dan pikiran tenang, tanpa ada perasaan bersalah (guilty feeling), sebaiknya jangan melakukan perbuatan yang melanggar hati nurani. 

“Apa yang kita tidak ingin orang lain lakukan terhadap kita, janganlah itu dilakukan kepada orang lain.”

Membersihkan permukaan tubuh itu mudah sekali, kita tinggal mandi memakai sabun dan sampo. Sebaliknya, membersihkan batin dan pikiran tidaklah semudah membersihkan tubuh. Kita mesti sering-sering melakukan introspeksi diri, membersihkan pikiran negatif dan ke-Aku-an yang melekat dalam diri kita, maka barulah pikiran kita bisa bersih.

“Untuk mendapatkan kesehatan dan umur panjang, tergantung pada diri kita sendiri.”

Tidak ada orang yang bisa menghadiahkan atau menjamin kesehatan kita kecuali diri kita sendiri! Tanpa membersihkan “empat kotoran” tersebut, tidak akan ada kesehatan bagi kita. Kesehatan adalah akumulasi dari memelihara jasmani dan rohani setiap hari tanpa henti.

Berbagai Macam Kotoran Dalam Tubuh Manusia

Hidup manusia tak lepas dari kegiatan bersih-bersih seperti mandi, mencuci baju/pakaian, cuci piring, membersihkan rumah, dan lain sebagainya. Dengan melakukan kegiatan bersih-bersih diharapkan dapat mengurangi kotoran yang ada di tubuh dan juga yang ada di lingkungan sekitar kita. Kebersihan adalah pangkal dari kesehatan dan juga kebersihan adalah sebagian dari iman, oleh sebab itu tidak alasan untuk tidak melakukan aktivitas bersih-bersih dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pada tubuh manusia itu sendiri terdapat benyak kotoran yang harus selalu terus-menerus dibersihkan demi kebaikan manusia tersebut. Dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki semuanya bisa menghasilkan kotoran yang apabila dibiarkan kotor terus-menerus bisa membawa dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Berbagai peralatan dan teknik perawatan tubuh yang ada saat ini memudahkan manusia untuk membuat dirinya sendiri bersih dari berbagai kotoran yang dihasilkannya.

Di bawah ini adalah berbagai jenis kotoran yang dihasilkan tubuh atau keluar dari tubuh manusia dalam kehidupannya, yaitu antara lain :
1. Keringat
2. Kotoran Hidung / Upil
3. Kotoran Mata / Belek
4. Kotoran Telinga / Congek
5. Lemak Wajah
6. Komedo
7. Minyak Kulit
8. Ketombe
9. Feses / Pup
10. Air Seni / Air Kencing
11. Darah Haid / Menstruasi (Khusus Perempuan)
12. Nanah
13. Kulit Mati
14. Ingus
15. Reak
16. Daki
17. Jigong
18. Kotoran Kuku
19. Rambut Rontok
20. Bulu Rontok

Catatan :
Mohon maaf jika ada kata-kata kotoran di atas yang kurang mengenakkan anda.

Pada kenyataannya kotoran yang ada di tubuh kita lebih banyak dari yang kita bayangkan karena pada tubuh kita, baik di dalam tubuh maupun di luar tubuh terdapat jutaan atau bahkan milyaran organisme hidup kecil tak nampak mata yang menumpang hidup di tubuh kita. Baik sengaja atau tidak sengaja organisme kecil tak kasat mata tersebut hadir dalam keseharian kita dan akan selalu setia menemani kita. Ada yang bermanfaat bagi kita dan ada juga yang menimbulkan gangguan kesehatan pada diri kita.

Tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan selama kita selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah ortanisme-organisme kecil yang ada pada tubuh kita menimbulkan penyakit dan gangguan kesehatan pada tubuh kita. Ada yang memberikan manfaat bagi kita, ada yang hanya sekedar menumpang hidup, ada yang menimbulkan efek negatif ketika kekebalan tubuh kita lemah, dan ada pula yang berpotensi besar menimbulkan dampak buruk pada kesehatan manusia. Jagalah pola hidup sehat dan bersih agar jasmani dan rohani kita sehat walafiat

Pengertian Darah Kotor

Darah kotor sebenarnya merupakan istilah yang mengacu pada kondisi darah yang tidak sehat dan tak lagi mengandung oksigen, kondisi darah yang tidak sehat lah yang masuk ke kategori darah kotor yaitu kondisi darah yang mengandung toksin. Darah kotor ini sering 'disalahkan' sebagai penyebab timbulnya jerawat dan bisul. Apakah benar seperti itu? berikut ini pendapat dr. Bahdar T. Johan, SpPD. tentang darah kotor.

Darah kotor, sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Darah kotor ini hanya istilah awam yang muncul dari pengalaman yang dirasakan secara langsung. Darah kotor sering dikaitkan jika bisul sering muncul dibagian tubuh tertentu saja. Istilah darah kotor merupakan salah persepsi yang terjadi di masyarakat awam. Masyarakat beranggapan darah kotor akan menimbulkan bisul, jerawat, kulit kemerahan, dan sebagainya. Persepsi ini semakin diperkuat oleh iklan produk obat tradisional di Televisi.

Padahal dalam dunia kedokteran, darah tidak ada yang kotor. Semua darah bersih dan dapat digunakan dengan baik. Memang, ada darah yang banyak mengandung CO2 (karbon dioksida, hasil dari metabolisme tubuh) dan sedikit O2 (oksigen), biasanya darah yang berada dalam pembuluh darah balik. Dalam dunia medis, darah ini harus melalui proses pembersihan sebelum digunakan untuk metabolisme kembali (Waduh! salah ya selama ini..).

Proses pembersihan ini bukan berarti darah itu kotor, tetapi darah tersebut harus dibebaskan dari CO2 dan diisi O2. Kisah pembersihannya begini nih sob : setelah menyuplai beragam zat keseluruh tubuh, darah kemudian balik ke jantung. Darah yang mengandung banyak CO2 masuk ke dalam bilik kanan jantung, kemudian dipompa ke paru-paru. Di paru-paru, darah tersebut disaring, CO2 dikeluarkan lewat napas yang keluar dan diisi O2. Setelah itu, darah akan masuk ke dalam bilik kiri jantung dan dipompa ke ginjal. Di ginjal darah dibersihkan lagi dari kandungan racun, seperti kreatinin (hasil limbah yang ditemukan di dalam darah setiap orang). Setelah dibersihkan, darah akan menyebar ke seluruh bagian tubuh (gile, di tubuh prosesnya ribet gitu ya ternyata).

Namun, bila terjadi masalah pada jantung, paru-paru, dan ginjal, kebersihan darah sangat mungkin terganggu. Dalam situasi seperti ini, bisa saja darah menjadi kotor. Misalnya, kebocoran pada jantung bisa menyebabkan tercampurnya darah yang belum dibersihkan dengan darah yang sudah bersih, TBC bisa menyebabkan kadar CO2 menumpuk, dan gagal ginjal bisa menyebabkan zat racun menetap di dalam darah. Tak heran bila orang berpenyakit paru yang sudah kronis, kadar CO2nya sangat tinggi.

Namun, anggapan darah kotor ini tidak seperti yang dibayangkan oleh awam seperti darah kotor akan menyebabkan bisul, jerawat, atau yang lainnya, itu mah ndak nyambung sob.

Timbulnya bisul atau jerawat bukan karena darah kotor, melainkan karena kulit yang bermasalah. Misalnya, infeksi kelenjar minyak pada kulit, yang akhirnya membuat kuman masuk ke dalam dan timbullah bisul atau yang lainnya, atau juga karena alergi.

Nah, kira-kira begitu sob penjelasannya.

Darah

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua hewan tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo-atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme.

Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan kelompok udang-udangan dan moluska. Ditengarai cumi-cumi mungkin menggunakan vanabin (protein yang mengandung vanadium) untuk pigmen pernapasan (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye).

Darah manusia
Sampel darah manusia

Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.

Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.

Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.

Komposisi

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.

Korpuskula darah terdiri dari:
Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit akan menderita penyakit anemia.
Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
Sel darah putih atau leukosit (0,2%)Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit akan menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit akan menderita penyakit leukopenia.

Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas:
- Air: 91,0%
- Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)
- Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, , kalium dan zat besi,nitrogen, dll)
- Garam

Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :-
albumin
bahan pembeku darah
immunoglobin (antibodi)
hormon
berbagai jenis protein
berbagai jenis garam

Demikian juga dengan darah Hewan, juga mengandung:air, protein (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen),mineral (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, , kalium dan zat besi,nitrogen, dll).

Pengertian Darah dan Fungsinya

Darah adalah cairan tubuh pada manusia dan hewan lainnya yang mengangkut senyawa penting seperti nutrisi dan oksigen ke dalam sel dan mentranspor produk buangan metabolik dari sel. Darah adalah komponen penting dalam tubuh kita (dan hewan lainnya). Jika kita menggores jari kita menggunakan pisau, kita akan melihat jari kita mengeluarkan cairan bewarna merah.

Darah ini sebenarnya adalah campuran cairan dan sel, dan bahkan terdapat makronutrisi seperti protein dan ion seperti sodium dalam darah ini. Semua komponen ini memainkan peran penting untuk tubuh kita. Selain bertindak sebagai pengangkut senyawa penting untuk tubuh dan membuang produk buangan dari sel, darah juga bertindak melindungi tubuh dari invasi virus atau bakteri dan terhadap kerusakan sel. Sel darah putih, bersama sistem kekebalan tubuh, bertindak sebagai pertahanan organisme dari serangan virus atau bakteri yang menginvasi.

Fungsi Darah pada Manusia

Darah lebih tebal dari pada air, dan terasa sedikit lengket. Suhu dari darah pada tubuh 38 derajat Celsius, lebih tinggi 1 derajat dari suhu tubuh. Berapa banyak tubuh yang kita punya tergantung dari ukuran dan berat tubuh kita. Seseorang dengan berat 70 kg, memiliki 5 sampai 6 liter darah di tubuhnya. Secara umum, fungsi darah pada manusiadibagi menjadi 3, yaitu:

Transportasi

Darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel yang berada di tubuh, yang akan digunakan untuk respirasi seluler/metabolisme seluler. Karbon dioksida yang diproduksi saat metabolisme dibawa kembali ke paru paru oleh darah, yang kemudian kita hembuskan keluar saat bernafas. Darah juga menyediakan sel-sel nutrisi, mentranspor hormon-hormon dan membuang produk buangan.

Regulasi

Darah membantu menjaga tubuh dalam keseimbangan. Contohnya, darah membuat suhu tubu terjaga, hal ini dilakukan melalui plasma darah, yang bisa mengabsorbsi panas. Ketika pembuluh darah meluas, darah mengalir lebih lambat dan hal ini menyebabkan panas hilang. Ketika suhu lingkungan turun, pemuluh darah bisa mengerut agar kehilangan panas bisa ditekan.

Proteksi

Jika pembuluh darah rusak (contohnya jika tangan berdarah), trombosit bertindak sebagai penyumbat dalam area yang terluka, untuk mencegah kehilangan darah lebih lanjut. Selain itu, sel darah putih dan senyawa messenger lainnya memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Komponen Darah dan Fungsinya

Secara definisi, darah adalah cairan yang bergerak melalui pembuluh darah di sistem sirkulasi. Pada tubuh manusia, darah terbagi menjadi plasma, sel darah merah dan putih, dan sel trombosit.

Plasma

Plasma adalah komponen utama dari darah yang terdiri dari air dengan campuran protein, ion, nutrisi, dan zat buangan. Plasma ini terdiri dari 90% air dan 10% sisanya adalah ion, protein, nutrisi, zat buangan dan gas. Ion, protein dan molekul lainnya dalam plasma memainkan peran penting dalam menjaga pH darah dan keseimbangan osmotik.

Beberapa molekul dalam plasma memiliki peran yang spesifik. Contohnya yaitu hormon yang berperan sebagai sinyal jarak jauh, antiodi yang mengidentifikasi dan menyerang patogen, dan faktor pembekuan yang membentuk pembekuan darah pada daerah luka. Lipid, seperti kolestrol, juga dibawa oleh plasma, tetapi lipid ini harus dibawa oleh protein khusus karena lipid tidak bisa bercampur dengan air.

Sel darah merah

Sel darah merah ini memiliki fungsi untuk membawa oksigen dan karbon dioksida yang nantinya digunakan dalam respirasi seluler dan metabolisme. Sel darah merah ini adalah sel khusus yang mensirkulasi ke seluruh tubuh dan membawa oksigen ke jaringan. Pada manusia, sel darah merah ini berukuran kecil (hanya 7 samai 8 mikro meter) dan tidak memiliki organel mitokondria dan nukleus (inti sel) ketika dewasa. 

Karakteristik-karakteristik ini memungkinkan sel darah merah untuk melaksanakan tugas sebagai pembawa molekul oksigen dengan efektif. Ukuran yang kecil membuat pertukaran gas menjadi mudah, sedangkan ketidakhadiran nukleus membuat ruang tambahan untuk hemoglobin, protein penting yang digunakan dalam transpor oksigen. Ketidakadaan mitokondria membuat sel darah merah tidak menggunakan oksigen yang ia bawa (karena fungsi sel darah merah ini membawa oksigen dan memberikannya kepada yang membutuhkan). 

Pada organ paru paru, sel darah merah mengambil oksigen dan mensirkulasikannya ke seluruh tubuh, ia melepaskan oksigen ke jaringan di sekitarnya. Sel darah merah juga memainkan peran penting dalam transpor karbon dioksida (produk buangan). Sel darah merah mempunyai umur 120 hari, sel yang tua atau rusak akan dihancurkan di hati, dan sel yang baru akan diproduksi di tulang sum-sum. Produksi sel darah merah ini dikendalikan oleh hormon erythropoietin, yang dilepaskan oleh organ ginjal. 

Sel darah putih

Sel darah putih adalah bagian dari sistem imun yang berfungsi sebagai respon kekebalan tubuh. Sel yang mempunyai nama lain leukocytes ini lebih sedikit jumlahnya dari pada sel darah merah, yaitu sekitar 1% dari sel yang ada di darah. Fungsi sel darah putih bereda dengan sel darah merah, fungsinya yaitu sebagai respon kekebalan tubuh, mengidentifikasi dan menetralisir invasi dari patogen seperti bakteri dan virus. 

Meskipun jumlah sel darah putih lebih sedikit. tetapi ukuran sel darah putih lebih besar dari sel darah merah, dan mempunyai nukleus serta mitokondria, tidak seperti sel darah merah. Sel darah putih dibagi menjadi 2 kelompok menurut penampilannya jika dilihat melalui mikroskop, yaitu granulocytes dan agranulocytes.
Granulocytes: Kelompok ini mempunyai granula pada sitoplasmanya ketika dilihat melalui mikroskop. Kelompok ini terdiri dari neutrophils, eosinophils, dan asophils.
Agranulocytes: Kelompok ini tidak memiliki granula pada sitoplasmanya. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah monocytes dan lymphocytes.

Setiap jenis sel darah putih ini memainkan peran yang spesifik dalam pertahanan tubuh. Contohnya, beberapa sel darah putih berperan dalam menelan dan menghancurkan patogen, sementara yang lainnya mengidentifikasi mikroorganisme spesifik dan meluncurkan respons kekebalan tubuh untuk melawannya. Daya hidup sel darah putih tergantung dari jenis sel darah putihnya, dan sel baru diproduksi di tulang sum sum. 

Trombosit

Trombosit bertanggung jawab terhadap pemekuan darah. Trombosit ini adalah pecahan sel yang terlibat dalam pembekuan darah. Trombosit diproduksi ketika sel yang besar, megakaryocytes dipecah menjadi kepingan, setiap satu sel ini akan memuat 2000 sampai 3000 trombosit. Trombosit biasanya berbentuk disk dan kecil, berukuran sekitar 2 sampai 4 mikrometer.

Ketika misalnya jari kita terkena pisau dan berdarah, trombosit tertarik ke tempat luka dan membentuk semacam penyumbat yang lengket. Trombosit kemudian melepaskan sinyal, yang tidak hanya menarik trombosit lainnya, tetapi juga mengaktifkan sinyal yang mengkonversi fibrinogen (protein larut air yang ada di plasma darah) menjadi fibrin (protein yang tidak larut dalam air). Fibrin kemudian membentuk benang benang yang memperkuat penyumbat trombosit, agar mencegah kehilangan darah semakin banyak. 

Pembuatan bagian-bagian darah berasal dari sel induk (stem cells). Pada sel darah dewasa, biasanya sel diproduksi di tulang sum-sum. Macam macam sel darah merah berkembang dalam beberapa tahap dari sel induk menuju sel darah atau trombosit. Sel darah putih seperti lymphocytes tidak dewasa hanya di tulang sum-sum, tapi tumbuh juga di kelenjar getah gening. Ketika sel-sel selesai tumbuh, ia dilepaskan ke peredaran darah. Beberapa senyawa messenger mengatur produksi sel-sel darah. Hormon erythropoietin, yang diproduksi di ginjal, mendorong produksi sel-sel darah merah, sementara cytokine menstimulasi produksi sel sel darah putih.

Kesimpulannya, darah adalah komponen penting pada organisme hewan, khususnya manusia. Darah berfungsi sebagai pengangkut oksigen untuk digunakan dalam respirasi seluler, sebagai mekanisme sistem imun tubuh, dan sebagai pengatur metabolisme tubuh. Komponen darah terdiri dari plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Masing-masing komponen ini mempunyai fungsi yang bervariasi dalam metabolisme tubuh.